Nama:
Distira Viro Nika
NPM:
A1D021011
Kelas:
1B Pendidikan Biologi
Pengertian, Proses, Tempat terjadinya, Reaksi dan Faktor Penentu Laju Utama dalam Fotosintesis Tumbuhan
Pengertian Fotosintesis
Fotosintesis
berasal dari kata Foton cahaya, sintesis penyusunan. Fotosintesis adalah
peristiwa penyusunan zat organik (gula) dari zat anorganik (air,
karbondioksida) dengan pertolongan energi cahaya matahari. Karena bahan baku
yang dipergunakan adalah zat karbon (karbondioksida), maka dapat juga disebut
asimilasi zat karbon.
Proses Fotosintesis
Pada
dasamya, proses fotosintesis merupakan kebalikan dari pemapasan. Proses
pemapasan bertujuan memecah gula menjadi karbondioksida, air dan energi.
Sebaliknya proses fotosintesis mereaksikan (menggabungkan) karbondioksida dan
air menjadi gula dengan menggunakan energi cahaya matahari. Proses fotosintesis
umumnya hanya berlangsung pada tumbuhan yang berklorofil pada waktu siang hari
asalkan ada sumber cahaya.
Tempat Terjadinya Fotosintesis
1.
Daun
Pada tumbuhan tingkat tinggi, biasanya
kloroplas terbatas pada sel-sel batang muda, buah-buah bel urn matang, dan
daun. Daun inilah yang merupakan pabrik fotosintesis yang sebenamya pada
tumbuhan. Irisan melintang dari daun yang khas menyingkapkan beberapa
lapisan-lapisan jaringan yang berbeda-beda. Permukaan atas daun tertutup
selapis sel tunggal yang menyusun epidermis atas. Sel-sel ini sedikit a tau
tidak memiliki kloroplas. Karena itu agak transparan dan membiarkan sebagian
cahaya yang mengenainya melewati sel-sel di bawahnya. Sel-sel terse but juga
mengeluarkan suatu zat yang transparan seperti lilin yang dinamakan kutin.
Bahan ini membentuk kutikula, yang berfungsi sebagai penghalang lembab dipermukaan
atas daun tersebut, jadi mengurangi hilangnya air dari daun. Dibawah sel-sel
epidermis atas tersusun satu atau lebih barisan sel yang membentuk lapisan
palisade. Sel-selnya berbentuk tabung dan tersusun sedemikian hingga sumbu
panjang tegak lurus pada bidang daunnya. Setiap sel penuh dengan kloroplas, dan
sel-sel inilah yang melakukan fotosintesis paling banyak di dalam daun. Di
bawah lapisan palisade terdapat lapisan bunga karang. Sel-selnya tidak
beraturan bentuknya dan tersusun tidak rapat. Walau hanya berisi sedikit
kloroplas, fungsi utamanya penyimpan sementara molekul-molekul makanan yang
dihasilkan sel-sellapisan palisade. Juga membantu pertukaran gas diantara daun
dan sekitamya. Selama siang hari sel-sel ini mengeluarkan oksigen dan uap air
ke ruang udara diambilnya. Ruang-ruang udara ini saling berhubungan dan akhimya
ke bagian luar daun-daun melalui pori-pori khusus yang dinamai stomata.
2.
Kloroplas
Kloroplas adalah plastida berwama hijau,
umumnya berbentuk lensa, terdapat di dalam sel tumbuhan lumut, paku-pakuan dan
tumbuhan berbiji. Garis tengah dari lensa tersebut 2-6 mm, sedangkan tebalnya
0,5-1,0 mm. jika dilihat dengan mikroskop cahaya dengan perbesaran yang paling
kuat, kloroplas sering kelihatan berbentuk butir. Bagian-bagiannya yang
kelihatan berwama tua disebut grana, sedangkan bagian-bagian yang kelihatan
berwama muda disebut stroma. Sejajar dengan permukaannya yang lebar, di dalam
kloroplas terdapat lamella. Secara urn urn suatu sel mesofil daun mengandung
30-500 butir kloroplas yang berbentuk cakram atau gelendong. Bentuk kloroplas
yang beraneka ragam ditemukan pada ganggang (Algae). Kloroplast berbentukjala
ditemukan pada Cladophora, yang berbentuk pita spiral ditemukan pada Spirogyra,
sedangkan yang bentuk bintang ditemukan pada Zygnema.
3.
Klorofil
Menurut penelitian Konsentrasi Klorofil
Daun sebagai Indikator Kekurangan Air pada Tanaman yang dilakukan oleh Nio Song
Ai dan Yunia Banyo, klorofil berasal dari bahasa Yunani, yakni chloros artinya
hijau dan phyllos artinya daun.
Istilah klorofil kemudian mulai
digunakan pada tahun 1818 untuk menamai pigmen yang diambil dari ekstrak
tanaman dengan menggunakan pelarut organik.
Adapun pengertian klorofil ialah pigmen
yang memberikan warna hijau pada tumbuhan, seperti tumbuhan bertingkat tinggi,
alga dan bakteri fotosintetik. Klorofil terletak pada kloroplas, yakni organel
sel tanaman yang mempunyai membran luar, membran dalam, ruang antar membran dan
stroma.
Reaksi
fotosintesis
Reaksi fotosintesis
secara umum dibagi dua yaitu:
1. Reaksi Terang
Yang
pertama-tama melihat sepintas peranan cahaya dalam fotosintesis adalah Van
Niel, mikrobiologis dari Amerika. Dia meneliti fotosintesis pada bakteri
belerang ungu dan sampai pada kesimpulan tersebut. Mikroorganisme ini
menghasilkan glukosa dari C02 seperti halnya tumbuhan hijau, dan untuk
memperoleh hal itu jasad renik terse but memerlukan cahaya. Akan tetapi, air
tidak dipakai sebagai bahan pemula, tetapi bakteri ini menggunakan Hidrogen
sulfide (H2 S). tambahan pula, selama fotosintesis ini tidak ada oksigen yang
dibebaskan melainkan unsur sulfur. Van Niel berpendapat bahwa tindakan cahaya
menyebabkan dekomposisi H-2 S menjadi atom hydrogen dan sulfur. Kemudian dalam
reaksi gelap, atom-atom hydrogen dipakai untuk mereduksi C02 dalam serangkaian
reaksi gelap.
Reaksi
terang dibagi atas dua tahapan yaitu:
·
Fotosistem
I dan II
Penemuan dua pigmen pusat reaksi sangat
memuaskan para ahli karena dapat membantu menjelaskan satu ciri lain dari
fotosintesis. Jika kita membandin,gkan spectrum tindakan pada fotosintesis
dengan spectrum absorpsi pada ldoroffi, maka teijadi pertentangan yang aneh.
Cahaya merah yang panjang gelombangnya lebih besar dari pada kirakira 680 nm
tidak memadai untuk melancarkan fotosintesis walau klorofil pada panjang
gelomban,g terse but masih menyerap. Pada tahun 1956, Robert Emerson dan
rekan-rekannya menunjukkan bahwa penurunan tajam koefisienan fotosintesis pada
panjang gelombang diluar 680 nm dapat ditanggulangi jika kloroplas disinari
secara simultan dengan cahaya berpanjang gelombang lebih pendek. Dengan
penyinaran simultan dari dua berkas cahaya monokromatik, misalnya 670 nm dan
710 nm, koefisienan fotosintetik sungguh lebih besar dari pada keefisienannya
dengan satu panjang gelombang dari intensitas total yang sama. Pengamatan ini
men,garah kepada kesimpulan bahwa reaksi-reaksi terang hams mencakup dua proses
yang berlainan: satu yang diberi energi oleh cahaya den.gan panjang gelombang
lebih besar, dinamai fotosistem 1., dan yang satu la,gi dinamai fotosistem n
yang mendapat energi dari cahaya ber-panjang gelomban,g lebih pendek_
Fotosistem I Energi yang diperoleh pigmen- pigmen antena pada fotosistem I
ditransfer ke molekul P 100• Eiektron pada P 700 ditingkatkan keposisi yang
sedemikian tingginya (kira-kira 0,6 volt) hingga dapat mereduksi akseptor
elektron yang tampak pada ,gambar sebagai X. Sebenamya substansi x
menyumbangkan elektronnya kepada NADP+, kemudian mereduksinya dan membentuk
NADPH yang diperlukan untuk reaksi - reaksi gelap. Dengan ,cara ini, cahaya
yang diabsorpsi oleh fotosistem
·
Fotosistem
II
Absorpsi cahaya oleh fotosistem II
mengarah kepada oksidasi P 680 dalam suatu cara yang sama dengan caranya
fotosistem I. Namun P 680 terokSidasi merupakan agen pengoksidasi yang lebih
kuat daripada P 700 • dengan potensial redoks yang lebih besar daripada + 0.82
volt, hal itu cukup elektronegatif untuk memperoleh elektron-elektron dari (dan
oleh sebab itu direduksi oleh) molekul-molekul air. Langkah-langkah tepat yang
terlibat masih bel urn pasti, tetapi untuk setiap 4 elektron yang diperoleh P
680 • maka molekul oksigen dilepaskan.
2. Reaksi Gelap
Reaksi
gelap pada fotosintesis itu sebenamya merupakan serangkaian reaksi yang
melibatkan pengambilan C02 oleh tumbuhan dan reduksi C02 oleh atom hydrogen.
Dr. calvin dan rekan-rekannya di Universitas California bertahun-tahun
menyelidiki urutan langkah demi langkah reaksi-reaksi kimia yang terlibat.
Prosedur percobaan dasamya ialah mengekspos suspensi ganggang hijau uniseluler
terhadap cahaya dan karbon dioksida radioaktif. Penggunaan karbon radioaktif
(14C) pada karbon dioksida "membuntuti" atom tersebut sehingga
memungkinkan meneliti transformasi kimianya. Untuk menentukan substansi mana,
jika ada yang terpisah pada kromatogram itu yang radioaktif, maka sehelai film
sinar X ditempatkan dekat kromatogram. Jika muncul titik-titik hi tam pada film
itu (karena ada radiasi yang dipancarkan oleh atom-atom 14C), maka posisinya
dapat dikorelasikan dengan posisi zat kimia pada kromatogram. Dengan teknik
autoradiografi ini, Calvin menemukan bahwa 14C muncul dalam molekul-molekul
glukosa 30 detik setelah dimulainya fotosintesis. Bila ini dibiarkan
fotosintesis itu hanya berlangsung lima detik, dia menemukan radioaktivitas itu
pada molekul-molekullain yang lebih kecil. Secara bertahap, lintasan fiksasi
karbon dapat ditentukan. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah
gula lima karbon yang difosforilasi yaitu ribulosafosfat. Bila dim.asukkan ke
dalam molekul itu gugus fosfat kedua oleh ATP, maka senyawa yang dihasilkan
ialah ribulosa difosfat, yang dapat bergabung dengan col. Lalu molekul gula
enam karbon yang terbentuk itu pecah menjadi dua molekul asam 3-fosfogliserat.
Masing-masing menerima gugus fosfat yang ked ua ( dari molekul ATP), sehingga
terbentuklah 2 molekul asam 1,3-difosfogliserat (DPGA). Kemudian zat ini
direduksi menjadi 3-fosfogliseraldehidaa (PGAL). Dalam proses terse but,
dikeluarkan gugus fosfat. Agen pereduksinya ialah bentuk tereduksi koenzim
NADP. NADP ini sama seperti NAD kecuali pada gugus fosfat yang ketiga.
Sebagaimana NAD, koenzim itu dapat direduksi dengan perolehan dua elektron
bentuk tereduksi itu yang kita sebut NADPH karena (sebagaimana NAD), hanya satu
proton yang menyertai reduksi itu. Bila teroksidasi, itu harus dispesifikasi,
maka akan tampak sebagai NADP+ . Fakta mengenai reaksi-reaksi gelap
fotosintetik yaitu dari asam 3- fosfogliserat ke PGA, langkah-langkahnya
merupakan kebalikan yang tepat dari langkah-langkah pada glikolisis.
Faktor
Penentu Laju Fotosintesis
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan
laju fotosintesis
1. Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum
ketika banyak cahaya
2.
Konsentrasi karbondioksida Semakin
banyak karbondioksida di udara, makin banyakjumlah bahan yang dapat digunakan
tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis
3.
Suhu Enzim-enzim yang bekelja dalam
proses fotosintesis hanya dapat bekelja pada suhu optimalnya. Umumnya laju
fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi
enzim.
4.
Kadar air Kekurangan air ataukekeringan
menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi
laju fotosintesis
5. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang. Berikut adalah beberapa video pembelajaran tentang proses terjadinya Fotosintesis pada Tumbuhan: Animasi Cara Fotosintesis Pada Tumbuhan Hijau



